WELCOME to Elevasi Smada Blog

Just another WordPress.com weblog

seni musik dan seni suara kalimantan tengah

Indonesia adalah negara yang memiliki banyak suku dan budaya. Keanekaragaman suku dan budaya yang ada di Indonesia menyebar dihampir semua pulau besar yang ada di indonesia seperti pulau Jawa, pulau Sumatra, pulau Kalimantan, pulau Sulawesi, dan pulau Irian jaya.
Di pulau Jawa terdapat suku betawi yang berada di Jakarta, suku Madura yang berada di jawa timur, suku osing yang berada di banyuwangi jawa timur, suku badui dan suku sunda yang berada di jawa barat.
Di pulau Irian jaya terdapat suku asmat yang masih berkerabat dengan suku aborigin yang berada di benua australia. Hal itu terjadi karena dahulu pulau irian dan benua australia masih dalam satu kesatuan.
Di pulau Sulawesi terdapat suku toraja yang memiliki kebudayaan yang sangat terkenal terutama prosesi upacara kematian adat yang disebut “rambu solo”.
Di pulau Kalimantan terdapat suku yang menjadi mayoritas yaitu suku dayak. Suku dayak menyebar di tiga provinsi Kal-teng, Kal-bar, dan Kal-tim.
Pada kenyataannya suku dayak adalah suku yang jarang diketahui oleh masyarakat luas di luar pulau kalimantan. Hal ini dikarenakan masyarakat asli suku dayak yang masih menerapkan kebudayaan leluhur dalam kehidupan sehari-hari sudah sangat sulit ditemukan karena sudah membaur dengan kebudayaan lain akibat pengaruh era globalisasi. Maka dengan makalah ini saya berusaha mengangkat kebudayaan asli kalimantan tengah agar dapat diketahui oleh masyarakat luas di luar pulau kalimantan.

1.Kalimantan Tengah
Kalimantan tengah berdiri pada tanggal 02 juli 1958 yang diresmikan oleh Presiden pertama Republik Indonesia ir.Soekarno. kalimantan tengah sendiri mempunyai luas wilayah 153.800 Km2 atau 7,95% dari luas wilayah Indonesia.
Kalimantan tengah memiliki lambang yang memiliki arti sebagai berikut: kata “isen mulang” yang berarti pantang mundur. Kata tersebut berasal dari bahasa sangen yang dijadikan sebagai motto dan diletakkan dibawah lambang provinsi Kalimantan tengah. Berbentuk telawang segi lima, di dalamnya terdapat gambar bulat telur berbentuk belanga(Guci), melambangkan pusaka senjata pertahanan kalimantan tengah. Dalam belanga terdapat tali tengang terbuat dari sejenis akar yang dapat dipintal dan di lilit melingkar menyerupai belanga(Guci) ujungnya terikat erat dan bersimpul mati, melambangkan kekokohan. Dan lambang bintang yang berarti Ketuhanan Yang Maha Esa. Lambang burung tingang berarti kebesaran. Telawang adalah senjata pelindung segala marabahaya. Di dalam telawang terdapat lukisan sangen yang berbunyi ” harimaung batulang banupangadien batikur talawang” yang berarti “harimau berotot, bertulang besi, kebal, dan sakti” melambangkan suatu perjuangan yang pasti mendatangkan hasil. Mandau melambangkan kejayaan suku dayak. Sumpitan adalah perdamainan. Padi dan kapas adalah kemakmuran.

2.SENI SUARA SUKU DAYAK
Pada umumnya suku dayak gemar melantunkan ungkapan hati dan perasaan, kisah kisah kehidupan dan kepahlawanan sukunya dengan kalimat yang berirama. Ekspresi kalimat yang dilantunkan dengan irama lagu berbeda beda, misalnya Sansana kayau memiliki irama lagu tertentu, begitu pula Mohing asang, Ngendau dan sebagainya. Namun dari awal hingga akhir irama tersebut monotone dan diiringi musik kecapi. Hampir dalam setiap upacara adat selalu dilengkapi dengan tradisi tersebut.
Mansana kayau
Mansana kayau adalah kisah kepahlawanan yang di lagukan. Biasanya dinyanyikan bersahut sahutan dua sampai empat orang baik yang dilakukan laki-laki maupun perempuan.
Mansana kayau pulang
Mansana kayau pulang adalah kisah yang dinyanyikan pada waktu malam sebelum tidur oleh para orang tua kepada anak dan cucunya dengan maksud membakar semangat anak turunannya untuk membalas dendam kepada Tambun Baputi yang telah membunuh nenek moyang mereka.
Karungut
Karungut adalah sejenis pantun yang di lagukan. Dalam berbagai acara, karungut sering dilantunkan, misalnya pada acara penyambutan tamu yang dihormati. Salah satu ekspresi kegembiraan dan rasa bahagia diungkapkan dalam bentuk karungut. Terkadang di dalam karungut ditemukan pengulangan kata pada akhir kalimat dengan sajak a a a a atau a b a b, namun terkadang tidak diketemukan pengulangan kata yang bersajak sama.
Setangis
Setangis dilaksanakan hanya dalam upacara kematian dan terlarang oleh adat dilaksanakan dalam pesta pernikahan. Baik laki-laki maupun perempuan boleh melakukan setangis yang intinya menceritakan riwayat hidup serta mengenang jasa yang meninggal serta ungkapan kedukaan keluarga yang ditinggalkan.
Kandan
Terdapat pada suku dayak siang atau murung. Boleh dilakukan oleh laki-laki atau perempuan berganti-ganti dan berbalas-balasan dalam satu pesta atau pertemuan dengan pembesar pemerintah, sambil makan dan minum ala kadarnya. Terhadap pembesar-pembesar pemerintah berisi sanjungan-sanjungan, puji-pujian, dan mendoakan agar rakyat senang dan makmur serta yang memerintah bijaksana.
Selenggot
Dilakukan oleh lelaki khusus dalam pesta perkainan, sedangkan pada pesta kematian dilarang oleh adat.
Dadeo dan Ngaloak
Terdapat pada suku dayak dusun tengah. Dilakukan pada pesta pernikahan dan pesta kecil dimana pertemuan oleh laki-laki atau perempuan dan juga terhadap pembesar pemerintah.
Manawur
Menghatur jiwa beras kepada Tuhannya oleh ahli-ahli adat agama dayak. Kata yang diucapkan misalnya “Ehem-ehem behas ragenjet ganam, kampungan bunu, bara pantis kambang kabanteran bulan, rarusir ambu ngekah lompung matan andau……..”
Mohing asang
Mohing asang adalah nyanyian perang. Kalu ada komando/perintah dari panglimanyamembunyikan selentak 7 kali nyanyi itu di perdengarkan (baca:suara itu pertanda) harus maju.
Ngendau
Nyanyian bersenda gurau teristimewa (baca: terutama / khususnya) oleh pemuda dan gadis-gadis saling bersahut-sahutan.
Kalalai-lalai
Nyanyian disertai tari-tariannya untuk menyembut tamu-tamu. Tradisi ini berada di dayak mama(darat) di daerah Kotawaringin.
Natum
Sejarah tentang zaman bahari(baca:masa lampau).
Natum pangpanggal
Sebagai ratap tangis kesedihan selagi/ketika ada keluarga yang meninggal.
Dodoi
Nyanyian waktu berkayuh di perahu atau di rakit.
Dondong
Nyanyian pada saat memotong padi atau menugal (menanam padi)
Marung
Nyanyian selagi upacara pesta pesta besar dan kecil.
Ngandan
Untuk memuji menimang pemuda-pemuda oleh orang tua
Mansana bandar
Menceritakan seorang pahlawan putri jaman dahulu
Karunya
Disertai oleh bunyi-bunyian oleh 2-7 orang untuk memuji Tuhannya dan menyambut tamu yang agung atau waktu pengangkatan seorang pemimpin
Balian
Nyanyi dan bunyi-bunyian untuk upacara tiwah untuk mengantar arwah orang yang sudah meninggal
Jaya
Dinyanyikan selagi dukun mengobati orang sakit
Baratabe
Nyanyian menyambut tamu

3.SENI MUSIK
Seni musik memegang peranan penting dalam kehidupan keseharian suku dayak, terlebih dimasa lalu. Pewarisan budaya yang lebih dikenal dengan “Tetek Tatum”, terkadang menggunakan kecapi sebagai sarana. “Tetek Tatum” adalah cara bercerita dengan kalimat berirama tentang asal usul nenek moyang, sejarah masa lalu suku, tentang kepahlawanan kepada generasi penerus. Malam hari menjelang tidur, ayah bercerita dengan kalimat berirama sambil memetik kecapi. Anak-anak dan istri duduk mendengarkan karungut sampai terkantuk-kantuk hingga akhirnya tidur. Suara kecapi yang dipetik mampu menghadirkan suasana damai bagi seisi rumah hingga keakraban keluarga menjadi semakin hangat.
Dalam setiap upacara adat, pesta pernikahan , dan acara kematian, suara musik dalam bentuk gandang garantung tidak pernah ditinggalkan. Tanpa dilengkapi dengan suara gandang garantung, acara terasa hambar seperti ada sesuatu yang kuarang. Apabila orang yang memiliki acara tidak mempunyai seperangkat alat gandang garantung maka mereka harus meminjam kepada teman atau sanak saudara.
Akan tetapi untuk meminjam gandang garantung tidak dapat dulakukan begitu saja melainkan ada persyaratan yang harus dipenuhi bagi si peminjam. Persyaratannya adalah segenggam beras yang diletakkan pada sebuah piring berwarna putih yang dilengkapi dengan sirih, pinang, rokok dan sebuah mata beliung. Persyaratan tersebut kemudian diserahkan kepada pemilik gandang garantung dan diambil kembali ketika si peminjam hendak menyerahkan kembali gandang garantung kepada pemiliknya.
Jenis-jenis alat musik yang biasanya terdapat di dalam kebudayaan duku dayak adalah sebagai berikut:

Garantung
Garantung adalah gong yang terbuat dari lima atau tujuh buah yang terbuat dari tembaga.
Sarun
Sarun adalah alat musik pukul yang terbuat dari besi atau logam. Bunyi yang dihasilkan hanya lima nada yaitu do(1.c), re(2.d), mi(3.e), sol(5.g), dan la(6.a)
Salung
Salung sama dengan sarun tapi, yang membedakannya adalah salung terbuat dari kayu atau bambu.
Kangkanung
Kangkanung ialah sejenis gong dengan ukuran lebih kecil dari alat musik garantung dan berjumlah lima biji yang terbuat dari tembaga.
Gandang mara
Gandang mara ialah alat musik perkusi sejenis gendang dgn ukuran setengah sampai tigaperempat meter. Bentuk silinder yang terbuat dari kayu dan pada ujung permukaan ditutup kulit rusa yang telah dikeringkan, kemudian diikat rotan agar kencang dan supaya lebih kencang lagi diberi pasak.
Gandang panjang
Gandang panjang adalah alat musik perkusi sejenis gendang dengan ukuran panjang dua meter dan bergaris tengah antara tiga puluh sampai empat puluh sentimeter.
Katambung
Katambung adalah alat musik perkusi sejenis gendang yang biasa di gunakan dalam upacara-upacara adat. Ukuran panjang 75cm terbuat dari kayu ulin dan bagian yang dipukuli dengan telapak tangan terbuat dari kulit ikan buntalyang telah dikeringkan berdiameter 10cm.
Kecapi
Kecapi adalah alat musik petik yang terbuat dari kayu ringan. Dimasa lalu tali yang digunakan adalah tenggang atau tali liat yang terbuat dari kulit kayu, namun saat ini tengang dapat digantikan dengan tali nilon. Dawai tali kecapi ada dua atau tiga. Apabila tali kecapi dipetik nada lagu dapat diatur. Suara kecapi biasanya digunakan untuk mengiringi karungut atau tari kinyah.
Serunai
Serunai terbuat dari bambu atau kayu.
Guriding/Ketong
Guriding terbuat dari sejenis tumbuhan hutan yang dalam bahasa dayak disebut belang atau pohon jako yang diambil pelepahnya yang telah tua kemudian dikeringkan. Setelah kering dipotong-potong berukuran sejengkal. Ditengahnya guriding berlidah dan ujungnya runcing bila dipukul akan mengeluarkan bunyi.
Suling bahalang
Suling bahalang ialah alat musik tiup yang terbuat dari bambu berlubang tujuh.
Suling balawung
Suling balawung adalah alat musik tiup yang terbuat dari bambu berukuran kecil dengan lima lubang di bagian bawah dan satu lubang di bagian atas. Suling balawang biasa digunakan oleh perempuan.
Kangkanong Humbang
Kakanong Humbang adalah alat musik yang terbuat dari bambu.
Rebab
Rebab adalah alat musik gesek.
Tote atau serupai
Tote atau serupai adalah alat musik tiup yang terbuat dari buluh kecil yang telah dikeringkan dan ujung sebelah dalamnya diberi lidah. Pada batang dibuat dua atau tiga buah lubang. Untuk menghasilkan bunyi yang merdu dan menyayat kalbu, tote atau serupai ditiup pada bagian ujungnya.
Babun
Babun
sama dengan kendang
Kelali atau suling panjang
Kelali atau suling panjang adalah alat musik tiup yang terbuat dari buluh kecil yang telah dikeringkan. Ukuran panjang setengah meter dengan ujung beruas dan dibuat lubang kecil dekat ruas tersebut. Ujung ruas di raut agar dapat dipasang sepotong rotan yang telah di raut pula berbentuk tipis. Buluh rotan diikat pada batang kalali, kemudian dibuat lima buah lubang untuk menentukan tinggi rendah nada.
Gerunde
belum ada penjelasan

Kangkurung
belum ada penjelasan

sumber : PERPUSDA

November 19, 2008 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: